Translate

Senin, 11 Mei 2020

Covid-19: My thoughts

Tiba-tiba ingin menulis lagi. I knew, I'm not a good writer. Tapi di tengah kebosanan Covid-19 ini, tiba-tiba saja ingin menulis sesuatu.

11 Mei 2020, sudah hampir 4 bulan virus corona yang kemudian diberi nama resmi Covid-19 merajai headline. Entah berapa lama lagi, semua tergantung peran semua pihak; pemerintah selaku otoritas dan kita semua. Ya, kita semua. Berakhirnya wabah ini semua tergantung partisipasi aktif kita dalam mengambil setiap langkah kecil untuk mengurangi penyebaran virus; social distancing, pakai masker, rajin cuci tangan, dan stay at home sebisa mungkin.

Kira-kira bulan Januari 2020 media mulai santer memberitakan tentang merebaknya virus corona jenis baru di Wuhan, China. Kasus pertamanya sendiri mulai dilaporkan akhir Desember 2019. Para ahli memperkirakan, penularan pertama terjadi dari kelelawar ke manusia di pasar hewan di Wuhan. Pemerintah China segera mengambil langkah tegas untuk memutus rantai penyebaran virus. Wuhan diisolasi dari dunia luar. Penerbangan komersial dari dan ke Wuhan dihentikan.

Tapi apa lacur, virus sudah terlanjur menyebar ke luar Wuhan dan ke seluruh dunia. Sah, akhirnya Covid-19 menjadi pandemi. Sampai hari ini 11 Mei 2020 jam 09:58 GMT, menurut Worldometer, jumlah kasus di seluruh dunia menjadi 4,198,418.

Dunia tidak akan pernah sama lagi.

Selain dari sisi pandemi yang menjadi sorotan utama, banyak hal-hal menarik. Ada juga hal yang mengkuatirkan. Ada hal yang positif.

Yang mengkuatirkan adalah efek pandemi terhadap ekonomi. Dalam jangka pendek, yang langsung terkena dampaknya adalah masyarakat golongan bawah. Berkurangnya kegiatan ekonomi berakibat langsung pada mereka; ada yang kena PHK, dirumahkan

Kamis, 31 Januari 2019

Keseruan Nonton Formula E

FIA Formula E musim 2018/2019 adalah musim kelima balapan yang diselenggarakan oleh federasi otomotif internasional khusus untuk mobil bertenaga listrik. Pada musim balapan kali ini, untuk pertama kalinya menggunakan mobil generasi kedua (Gen-2) yang lebih bertenaga dan lebih cangging dibanding pendahulunya. Apa saja yang baru dari mobil baru tersebut dibandingkan dengan pendahulunya? Simak video berikut!

Musim balapan tahun ini dibuka dengan balapan pertama di Arab Saudi. Ya, di Arab Saudi. Jadi kalian bisa nonton balapan dilanjutkan dengan umrah ke tanah suci Mekah. Kalaupun tidak berkesempatan menonton langsung ke sirkuit atau di TV, liputan lengkapnya bisa ditonton di YouTube.

Balapan kedua digelar di benua Afrika, tepatnya di Marrakesh, Maroko.

Balapan ketiga kembali digelar di benua yang berbeda. Kali ini giliran ibukota Chile, Santiago yang menggelar balapan mobil masa depan ini.

Sudah nonton balapannya? Seru kan? Tiga balapan pertama di musim kelima dengan 3 pemenang yang berbeda dari tim yang berbeda. Balapan penuh insiden dan atraksi salip-menyalip. Secara umum, jika dibandingkan dengan Formula 1, balapan ini jauh lebih seru dan menyajikan kejutan di tiap balapan. Kekuatan tim dan pembalap relatif merata, dibandingkan dengan peta kekuatan di F1. Walaupun tetap saja, sebagai puncak olahraga bermotor, F1 tetap memiliki gengsi yang lebih tinggi. Menurut kalian, mana yang lebih seru antara Formula 1 dan Formula E?

Minggu, 11 Oktober 2015

Toto Wolff and Sakhrukh Khan

Toto Wolff

Sakhrukh Khan

Are they relatives?

Our Wishlist

Places to visit, events to attend and things to do....

...of course, on top of the list, Umrah and Hajj

Pipin's
1. West Lake, Hang Zhao, China

Mine:
1. Spa-Francorchamps, Belgian F1 GP
2. Pearl Jam Concert
3. Paris Marathon
4. Inter-island swim



Selasa, 08 September 2015

Berbagi Pengalaman Hidup di Inggris (2)

OK, kita lanjut lagi. Masih seputar pekerjaan, tapi kayaknya akan cenderung jadi curcol daripada sekedar sharing.

Sedikit tentang kami sudah diceritakan di sini. Sudah 7 minggu berlalu, things are started to settle down. Dengan kata lain, saya sudah mulai merasa bosan tidak punya aktifitas berarti, lebih jauh lagi tidak punya pemasukan. Waktu masih di Indonesia, tiap bulan ada yang diharap. Rekening nambah terus. Sementara disini, kebalikannya malah tabungan berkurang terus. Belum lagi Rupiah yang masih terus loyo, bikin tambah frustrasi. Hari ini, 1 EUR masih bertengger di sekitar Rp. 16.000 setelah sempat menguat ke level Rp 15.700 sementara 1 GBP kembali bertengger di level Rp. 22.000.
Minggu kemarin dapat sedikit pemasukan dengan berpartisipasi jadi responden thesis doktor anak UOS. Lumayan, kerja 1 jam dapat 10 pound, lebih tinggi dari upah minimum 6.5 pound/jam.

Setelah satu setengah bulan pertama cari-cari lowongan yang benar-benar sesuai kualifikasi saya, menjelang bulan kedua standar mulai turun. Sebelumnya kirim 2 aplikasi, tapi setelah satu bulan belum ada jawaban sama sekali. Mendapatkan pekerjaan 'serius' di Inggris dan Uni Eropa secara umum memang sedikit susah. Kita prioritasnya jauh, setelah warga negara UK dan warga negara Uni Eropa. Bahkan ada yang bilang setelah warga negara persemakmuran.

Teorinya, dengan status ijin tinggal (resident permit) yang saya punya walaupun sebagai dependant, cukup untuk mendapat perlakuan yang setara. Mungkin memang kualifikasi saya saja yang belum pas, mungkin memang belum rejeki. Dan satu lagi, proses rekruitmen disini memang cenderung lama. Sebelum berangkat saya juga sempat kirim aplikasi, dan dapat jawabannya beragam lamanya. Ada yang 2 minggu, ada yang ngasih batas 4 minggu (kalau ga dikontak berarti gagal), dan ada juga yang hampir 2 bulan baru kasih jawaban.

Pilihan memang ada 2 sekarang, lanjut sekolah dengan budget yang membengkak karena Rupiah tidak kunjung menguat atau dapat pekerjaan yang layak. Sambil menunggu akhirnya standar mulai turun. Kemarin apply beberapa lowongan temporary job di sekitar Guildford dengan bayaran kurang dari 10 pound per jam. Kalau belum juga, mungkin harus turun standar lagi jadi cleaning service atau kerja di supermarket dengan upah minimum. Mudah-mudahan tidak perlu. Aamiin.

Ada beberapa job portal di Inggris untuk mencari pekerjaan. Yang terbesar Reed dan Indeed. Banyak sebetulnya, tinggal googling aja.

Naga-naganya, arahnya bakal ke sekolah. Program Master yang saya ambil nanti akan mulai akhir Oktober. Kapan-kapan deh cerita tentang sekolah dan prosesnya. Berhubung akan pakai biaya sendiri, rasanya pengen nangis lihat Rupiah masih loyo. Harapannya, setelah mendapat gelar Master, peluang untuk mendapatkan pekerjaan bisa lebih besar.

Sebelum berangkat, kita memang sempat diliputi keraguan, berangkat apa tidak? Berangkat artinya.... keluar dari zona nyaman, pekerjaan yang stabil, walaupun dengan hidup yang secara umum cenderung monoton dan energi yang terkuras habis untuk bolak-balik Bogor-Jakarta setiap hari. Berangkat artinya.... mengambil resiko demi hidup yang lebih baik. Resiko yang sudah kita kalkulasi baik-baik dengan beberapa skenario. Sejauh ini, kadang masih ada sedikit penyesalan atas pengambilan keputusan untuk berangkat. Mungkin harus lebih bersabar dan berusaha serta berdoa. Ini baru bulan kedua, jalan masih panjang. Allah swt tidak akan salah dalam membagi rejeki kepada hamba-Nya

Ada beberapa sisi positif sejauh ini. Karena istirahat kita lebih banyak, badan juga cenderung lebih segar. Kita juga jadi lebih mensyukuri nikmat yang diberikan sewaktu kita di Indonesia. Disini pengeluaran bulanan harus direncanakan dengan rapi agar beasiswa yang diterima istri saya mencukupi dan tidak perlu menguras tabungan kami lebih dalam.


Jumat, 28 Agustus 2015

Berbagi Pengalaman Hidup di Inggris

Sudah 5 minggu saya berada di Inggris, sejak setelah lebaran Iedul Ftri 1436 H. Status saya disini sebagai PBS Dependant dari istri saya yang mengambil Ph.D di Surrey Space Centre (SSC), University of Surrey (UOS), Guildford. Sebagai PBS Dependant, saya punya Work Permit, dengan batasan yaitu tidak boleh berhubungan dengan kedokteran dan olahraga, begitu kira-kira kasarnya. Pengalaman sebulan pertama disini.... so far so good-lah.

Kehidupan Sehari-hari

Secara umum, tidak banyak masalah. Soal makanan, makin banyak makanan bernuansa Asia, mulai dari beras, mie, bumbu-bumbu jadi, dll. Tinggal cek  masalah ke-halal-annya saja. Untuk daging-dagingan, di salah satu jaringan supermarket besar di Inggris, Tesco, ada halal corner yang isinya daging ayam dan daging sapi.

Untuk bahan makanan lain, yang kemungkinan besar halal adalah yang ada label 'Suitable for Vegetarian', selama tidak mengandung bahan alkohol. Produk ikan dan seafood juga ada. Telur dengan label Tesco, isi 15 harganya 1.25 pound, kalau di-rupiahkan dengan kurs 20 ribu, hanya 25 ribu. Lumayanlah, bersih ga campur sama kotoran ayam kayak telur curah di Indonesia. Apalagi kalau suka kuliner Italia, pilihan pasta sangat banyak. Singkatnya, kalau mau sedikit repot masak, kebutuhan gizi yang layak bisa terpenuhi.

Makan diluar kita belum pernah. Selain mahal, ke-halal-annya juga sulit dipertanggungjawabkan. Ada sih beberapa restoran yang kata orang-harang halal, tapi belum nyoba. Ya itu tadi, muahallll.

Yang kami rasakan selama ini, orang Inggris secara umum ramah. Mungkin karena Guildford kota kecil kali ya, jaraknya sekitar 50 km dari London. Penduduknya sangat beragam. Cukup banyak orang Asia Tenggara terutama dari Filipina dan Malaysia. Indonesia.... malah belum ketemu sama sekali. Kurang gaul dan apatis kali ya. Mahasiswa dari Tiongkok banyak, ratusan... atau malah mungkin mencapai seribu. Kadang kita merasa, kita beneran di Inggris kan?

Komunitas Muslim cukup bagus. Ada mushalla dan shalat Jumat di kampus UOS. Di asrama mahasiswa  Manor Park juga ada mushalla-nya, di Common Room Blok C, James Black Road.

Pekerjaan

Ini dia yang agak-agak susah. Meskipun berbekal ijin kerja, tidak mudah mendapatkan pekerjaan yang ideal. Di Indonesia, saya punya pengalaman kerja di bidang satelit dan bidang penerbangan. Bidang yang langka memang. Lowongan yang cocok dengan kualifikasi saya sangat terbatas. Kalau keilmuan dan pengalaman saya bidang IT atau ekonomi/finance yang lebih umum, peluang bisa lebih besar.

Disini ada Surrey Satellite Technology Ltd. (SSTL), perusahaan pembuat satelit berukuran kecil. Idealnya bisa masuk sana, tapi belum ada lowongan yang cocok. Rencananya setelah menyelesaikan studi master saya, akan apply untuk graduate program disana. Graduate programnya akan dibuka lagi November 2015 ini, mudah-mudahan Rupiah tercinta bisa menguat dan saya bisa menyelesaikan S2 saya yang tertunda.

(to be continued)

Kamis, 09 Juli 2015

Baggage Deposit at Soekarno-Hatta Airport

The service, provided by Fesindo http://www.fesindo.com/enter/lb2.php.

The valid contact number is +62 811 118 1661

Senin, 12 Januari 2015

Jumat, 09 Januari 2015

Tragedi Paris: Mengkhianati Nabi Tanpa Sadar

http://www.islamicgeo.com/2015/01/tragedi-paris-mengkhianati-nabi-tanpa.html?m=1

Oleh: Muhammad Elvandi*

Tulisan ini khususnya untuk warga muslim Indonesia di Eropa. Dunia berduka, atas tragedi penembakan di Charlie Hebdo, distrik 11, di sebuah kantor majalah satire yang sering memuat karton cemoohan terhadap nabi Muhammad. Tapi yang paling berduka atas tragedi ini adalah muslim di Eropa.

Puluhan tahun, da’i, ilmuwan, sastrawan, seniman muslim berusaha menampilkan wajah rahmatan lil ‘alamin Islam, mulai dari kesantunan, intelektualitas, produktivitas, dan keterbukaan mengajarkan Islam dengan semua cara yang elegan.  Ia bukan tugas ringan, apalagi di Perancis, dimana Islamophobia sangat kental, tidak seperti di Inggeris yang ramah.

Sekularisme di Perancis adalah yang paling parah [laicité] dan lebih dirasakan dalam bentuk islamofobia. Namun, selama 3 tahun tinggal disana islamofobia itu mulai saya rasakan berkurang. Sekolah-sekolah SD hingga SMA muslim mulai bermunculan dan terbukti meraih banyak prestasi dan menunjukan kepada warga asli Perancis bahwa anak-anak muslim tidak berbeda dengan semua anak kulit putih eropa dalam kemampuan pendidikan. Universitas dan lembaga-lembaga kajian muslim bermunculan dan memjawab kebutuhan masyarakat muslim dan Perancis. Even-event akbar diadakan, seperti Rencontre annuelle des musulmans de France dan sangat terbuka mengundang non-muslim berpartispasi sehingga warga asli Perancis mulai merasakan kehangatan kehadiran muslim yang jauh berbeda dengan stigma yang mereka punya sebelumnya.

Usaha puluhan itu terancam lenyap hanya oleh aksi orang yang merasa sedang membela nabinya, dengan menyerang kantor majalah tersebut dan membunuh 12 orang. Padahal dampak kejahatan ini sangat signifikan.

Saya memprediksi fenomena islamofobia itu akan kembali bangkit di seluruh Perancis. Dan dampaknya akan sangat terasa khususnya oleh muslimah dan oleh anak-anak muslim. Ruang gerak mereka akan lebih sempit kedepan, seperti dipersulit, dicemooh, dilecehkan, dll. Apalagi beberapa media-media mainstream memanfaatkan isu ini seperti menyoroti dengan sengaja kaitan ‘membela nabi dan pembunuhan’.

Tapi tragedi itu telah terjadi, dan ulama-ulama muslim Eropa berusaha turun tangan menghadirkan semua kemampuan intelektualitas dan reputasi mereka untuk meyakinkan dunia bahwa tragedi ini mengkhinati ajaran nabi kami dan Islam mengutuk kejahatan ini. Tariq Ramadhan, Professor Teologi Universitas Oxford, cucu Hasan al-Banna adalah yang paling vokal, dibantu oleh sederet ulama-ulama besar dari majelis fatwa Eropa, dan L’Union des Organisations Islamiques de France.

Namun sayang, di tanah air, beberapa situs seakan tidak mengerti situasi ini. Beberapa artiketl saya lihat menuliskan ‘alhamdulillah serangan di Charlie hebdo tepat sasaran’. Atau mempertanyakan kenapa kita bergerak saat nabi dihina?

Saya berbaik sangka bahwa mereka menulis dengan motiv membela nabi, namun saya katakan bahwa itu salah kaprah. Setelah tragedi ini, yang perlu dilakukan muslim seluruh dunia ada dua. Pertama mengutuk kejahatan ini dan menjelaskan bahwa Islam menentang kekerasan, bukan bersyukur. Kedua, bekerja lebih keras menampilkan produktivitas sebagai seorang muslim sehingga tercermin konsep rahmatan lil ‘alamin nya.

Mungkin anda menjawab, ‘para penghina nabi itu layak mati’. Atau mungkin anda memuji penembakan ini dengan mencari-cari dalil dari buku klasik seperti ‘Saiful Maslul ‘ala syatimirrasul’ yang artinya ‘pedang terhunus untuk penghina rasul’ karya Ibnu Taimiyyah. Saya sudah membacanya dalam bahasa aslinya maka saya katakan anda salah kaprah jika menafsirkan buku itu untuk membenarkan tragedi ini. Jika anda membenarkan tragedi ini dengan mengatakan ‘alhamdulillah’maka anda perlu keluar dari daerah anda dan berangkat ke Eropa untuk melihat kondisi muslim dan membayangkan konsekuensi yang akan dihadapi mereka pasca tragedi ini. Mungkin anda mengatakan ‘nabi kita dihina, kita harus marah’, saya katakan, memang harus marah. Karena kalau tidak marah, maka ada yang salah dengan iman kita. Namun ekspresikan kemarahan itu dengan produktivitas, banyak caranya, tapi bukan dengan pembunuhan.

Tulisan-tulisan yang bernada membela kejahatan di Charlie Hebdo ini sangat berbahaya dan mengkhawatikan, karena niat baik saja tidak cukup jika pada faktanya merugikan Islam. Sehingga seakan membela Islam padahal sedang merobohkannya.

Dalam tulisan ini, saya mengajak seluruh muslim Indonesia di Eropa untuk menjelaskan kepada masyarakat sekitar bahwa Islam mengutuk segala bentuk kejahatan seperti ini lalu tampilkan nilai-nilai Islam. Jangan hiraukan semua artikel-artikel yang bertebaran dan bernada seolah sedang membela nabi dengan memuji tindakan ini padahal mereka sedang mengkhianati nabi dan nilai suci Islam tanpa mereka sadari.

Masyarakat eropa, walaupun mengakses media-media mainstream namun mereka mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi akan kebenaran. Maka ini kesempatan kita untuk menjelaskan lebih banyak, tentang nilai-nilai agung Qur’an yang menjunjung kasih sayang. Pertumbuhan Islam di Amerika sangat tinggi setelah 11 september, karena orang-orang menjadi penasaran dan membaca Islam, semoga ini juga terjadi pada warga Perancis. Sehingga tragedi tidak  meningkatkan islamofobia, tapi menyuburkan lahan dakwah.

Manchester, 7 Januari 2015
_____
*Muhammad Elvandi, Sarjana Dakwah Universitas Al-Azhar Mesir, Master Filsafat IESH de Paris dan Master Politics University of Manchester


Rabu, 03 Juli 2013

Reuni Alumni TN 1

Reuni Alumni TN 1

Pagi hari, Sabtu, 29 Juni 2013, satu demi satu alumni TN-1 memasuki Balairung Pancasila. Hari ini, 20 tahun sudah mereka meninggalkan kampus SMA Taruna Nusantara, tepatnya setelah Prasetya Alumni TN-1 pada tanggal 13 Juni 1993. Hari ini sungguh merupakan momen bersejarah bagi mereka. Dalam undangan yang antara lain ditujukan kepada mantan pamong, panitia menulis: “20 Tahun Alumni Angkatan I SMA Taruna Nusantara kembali penuhi janji, 1993-2013.” Komandan Apel Kedatangan, Letkol Pnb. Moh. Apon, Komandan Skuadron II Yogya, kesulitan mengapelkan rekan-rekannya yang masih mengalami euforia bertemu kembali rekan-rekannya.

You know, they are also kids in their hearts! Mereka bergaya juga saat difoto.
Pada saat makan siang, para alumni dan keluarga, kembali bernostalgia bagaimana makan dengan ompreng. Kesulitan kembali terjadi pada saat Avif, panitia reuni mengumumkan bagi para alumni untuk memenuhi meja depan dulu, sehingga semua meja terisi 6 orang sebelum makan mulai. Hadir juga pada kesempatan makan siang tersebut sejumlah mantan pamong: Bp. Widjongko, Bp. AS. Hidayat, Bp. Sondang Manurung, Bp. Sutarli Zain.
Sabtu malam, pagelaran wayang orang di Balairung Pancasila dilaksanakan semalam suntuk. Sesi 1 dihadirkan Ki Dedek Mawasdiri, ST, MT. Alumni TN-1 yang bekerja di perusahaan tambang di Muscat, Oman ini adalah sarjana Teknik Mesin UGM yang sejak kecil mencintai wayang serta aktif menampilkan kesesian wayang di Oman. Dedek menampilkan lakon Anom Duta sampai tengah malam dan dilanjutkan dalang Ki Medhot Sudarsono dengan lakon Raden Gondomono Luweng sampai Pk. 04.30 pagi. Ki Medhot piawai dalam menampilkan 9 tokoh secara bersama-sama, yang menunjukkan puncak ketrampilan seorang dalang. Pesan moral lakon Gondomono Luweng adalah: bagi para alumni, pada saat ingin mencapai cita-cita atau kekuasaan/posisi, tidaklah menghalalkan segala cara. Hadir pada acara resepsi Kepala LPTTN dan staf, tamu undangan, mantan istri Kepala Sekolah, Ibu Sadja Muljoredjo, mantan pamong, Bp. Sumartono dan Ibu, Bp. Suhardi, serta Bp. Sugeng Karsanto dan Ibu. Semoga tontonan wayang kulit dalam rangka reuni TN-1 ini bisa menjadi tuntunan bagi kita semua.

Letkol Pnb. Moh Apon, Komandan Skuadron II Yogyakarta sebagai Komandan Apel kedatangan alumni TN-1

Wakasekdik, Drs. YB. Suparmono, M.Si. bersalaman dengan Nurman Numaeri, Direktur PT. Niaga Handal Cemerlang, Bandung, usaha sendiri di bidang IT.

Darat, Laut, Udara, Polisi, Bea Cukai dan Camat Nabire Suwardi!

Alumni TN-1 bersama keluarga

Ki Dedek Abadi Mawasdiri menerima wayang dari Kepala LPTTN, Laksda TNI (Purn.) Yuwendi disaksikan Ki Medhot Sudarsono dan Novi, Ketua Angkatan I

Prosesi Kupat Ngluwar, mereka menarik kupat dari arah berbeda dan tersebarlah isi beras dan koin, sebagai tanda bahwa TN-1 sudah memenuhi janjinya.

Senin, 11 Maret 2013

Pembuatan SIM Internasional

http://notes.tmcpoldametro.net/2013/07/persyaratan-sim-internasional.html
http://lantas.polri.go.id/wps/portal/



1. KTP asli & Foto copy
2. Paspor asli & Foto copy
3. SIM yg masih berlaku
4. KITAP asli & Foto copy (untuk Warga Negara Asing)
5. Materai Rp. 6.000
6. Pas Foto 4x6 3 lembar terbaru (untuk Pria berdasi & Wanita menggunakan Blezer. Latar belakang foto biru)
Berdasarkan PP 50 Tahun 2010 tentang PNBP yang berlaku di Kepolisian Negara Republik Indonesia
SIM Internasional Baru: Rp. 250.000
SIM Internasional Perpanjangan: Rp. 225.000 
Lokasi pembuatan:
Korlantas Polri
Jl. Letjen Haryono MT Kav 37-38 
Jakarta 12770
Telp: 021-7989702

Jumat, 08 Februari 2013

Life Surreal

What if the sun filled with good people's hearts,
Love will spread all over the solar system.

What if the stars are the caring mothers,
Who look after every child chasing dreams through the night.

What if the oceans are the adorable children,
Who play tirelessly with the sandy beaches.

What if the wind are the wise teachers,
Who whisper knowledge through our ears.

What if the fountains are the beautiful wives,
Returned home husbands will chilled in smiles.

(rvm, Feb 2013)

Jumat, 12 Oktober 2012

Amazing 2-weeks

It's been amazing these two consecutive weeks. Last week we were in Italy for IAC 2012 in Napoli and short 'amazing race' in Roma. The pictures are here, Italia MMXXII.

Now I'm sitting in a hotel room in Nagoya, Japan, in the heart of the business district just across the street from Nagoya Station.

Visiting two famous countries that rich with histories but different in many ways. Dirty and chaotic traffic of Napoli vs super clean and tidy Nagoya. Noisy Italian against quite Japanese. It feels so quite here in Nagoya, even if you're in the middle of people running around catching trains and buses. Contrast with Napoli, where everyone seems to yelling each other. They even stop their cars in the middle of the road for short chat with someone they know. I even saw a motorcycle rider had serious high speed conversation with his friend in the driver seat. That's INSANE. But somehow it feels so lively, their passion!

Here in Japan, everything seems well organized. The transport system, the traffic, and as the Japanese famous habit, they are always on time. Plus, they love make lines. But somehow, I feel some emptiness and strange quietness in the crowd.

We will back home in two days, and I think we learn a lot from these trips. It's been exhausting, drying our pocket, but in general we're having fun. It's been amazing.

Katsu, Cadel :-*

Senin, 03 September 2012

12 Seats for Maximum Relaxation

http://design-milk.com/12-seats-for-maximum-relaxation/

Original post by: Caroline Williamson in Home Furnishings

We’ve been known to post a perfect nap chair or two (or dozen) here on Design Milk so we thought we’d round up our favorites of nap’s past and add a few new spots to help you prepare for maximum relaxation…
12 Seats for Maximum Relaxation
Let’s start with POWER’NAP. I mean, they had me at the name. Designed by Ninna Helena Olsen, this origami-like design “gently encloses your body” while looking like a work of art. Yes, please! I’m sure this sculptural chair would fit into any office. Naps make workers more productive, yes?
12 Seats for Maximum Relaxation
The Cradle just screams cozy, doesn’t it?
12 Seats for Maximum Relaxation
The Loopita might look like a giant Hot Wheels track but I think it looks like a sleek lounge spot for two. It was designed by Victor Aleman and apparently you can get multiple loops if you prefer your naps with a group.
12 Seats for Maximum Relaxation
I just want to dive into this like it was a big leaf pile, don’t you? It’s called Hanabi and it’s made from a series of connected fabric bags that are filled with polystyrene pellets. Designed by mottoWASABI, the sofa is lightweight and made from combining multiple Hanabi chairs together.
12 Seats for Maximum Relaxation
One of our personal faves has always been the Couch Sleeper by Anne Lorenz. A chaise with a sleeping bag all rolled into one!
12 Seats for Maximum Relaxation
It looks like relaxing on a bed of squishy volleyballs, but the Feel Seating System Deluxe is made up of 120 “soft and extremely pleasant” balls. You can change it up to a variety of positions to make any kind of chair or lounger you prefer.
12 Seats for Maximum Relaxation
12 Seats for Maximum Relaxation
Who can resist a hug from a sofa, perfect when you’re looking for a little extra comfort and no one’s around. Designed by Inga Sempé for LK Hjelle.
12 Seats for Maximum Relaxation
Oradaria Design came up with the Blandito®, a transformable pad for lazy living. It folds and twists into a ton of different positions that will, without a doubt, help you get your relax on.
12 Seats for Maximum Relaxation
12 Seats for Maximum Relaxation
Daisuke Motogi’s Sleepy Chair is like a miniature version of a bed with just enough room to curl up.
12 Seats for Maximum Relaxation
The Gravity Balans from Varier is definitely not your average recliner or rocker. This chair is built for working, reclining, napping, or just watching TV. I’m pretty sure I’d never get up if this was in my possession.
12 Seats for Maximum Relaxation
The Luso Lounger by James Uren can be used in various ways, like as a chaise, bed, lounger, chair, and footstool. The asymmetrical form gives it a unique look and makes it a smart piece for someone with multiple needs.
12 Seats for Maximum Relaxation
The My (top) and the Roo (bottom) were designed by Ulla Koskinen for Finnish company, Woodnotes. The minimal design is like a modern day bean bag chair for adults, minus the tacky fabric and design.
Where’s your favorite place to curl up and relax?

Senin, 28 Mei 2012

my chemical morning

Saat mau berangkat untuk beraktifitas di pagi hari, pernah ga menghitung berapa banyak bahan kimia yang diperlukan dari berbagai sumber?

Let's start counting!
Mandi, pastinya pake (1) sabun, (2) sampo, dan (3) pasta gigi plus (4) mouthwash. Masih ditambah (5) sabun cuci muka.
Abis mandi, pake (6) deodorant biar ketek ndak bau. Terus, semprot2 (7) EDT (Eau de Toilette).
Kadang, kalau bibir lagi rada kering, pake (8) lip balm, biar gak pecah2.
Rambut.... kasi (9) styling gel. Di kantor, tangan yang terekspose AC mesti dikasi (10) lotion.

how's your (chemical) morning?

Jumat, 25 Mei 2012

Outing yang aN3hhhh

Aneh gak sih, ada kantor ngadain outing atau family gathering atau apapun namanya, tapi tidak banyak yang menyambutnya dengan gegap gempita? Banyak yang ogah2an, cari2 alasan buat gak ikut. Tapi ya sudahlah, ikut aja, walaupun dengan berat hati, mudah2an bisa.

Apa yang salah sebetulnya?

First of all..... pake bayar. In my opinion, familly gathering yang diadakan kantor seharusnya 100% dibiayai oleh kantor. Tujuannya kan menjadikan members of the working unit lebih akrab dan saling mengenal lebih jauh yang pada akhirnya meningkatkan kinerja. Memang ada subsidi dari kantor, tapi tiap orang masih harus urunan dengan besaran yang bervariasi sesuai level. Walaupun disatu sisi, dengan berbayar, diharapkan jadi pada 'terpaksa' ikut, biar gak rugi sudah keluar uang

Kedua, tempat. Sempat survey 2 tempat, Kampung Legok sama Ciater Highland Resort. Beberapa orang menyarankan pantai dan Kepulauan Seribu, dengan pertimbangan, tahun 2011 kita mengadakan kegiatan serupa di Puncak. Biar suasananya beda gitu. Akhirnya, dengan pertimbangan CHR tempatnya terlalu luas dan agak kurang terurus, pilihan jatuh pada Kampung Legok. Padahal, tempat family gathering tahun lalu mirip banget suasana dan settingan tempatnya.

Jarak dari Jakarta juga jadi faktor keberatan buat beberapa orang, dengan kondisi traffic saat weekend yang sering macet. Walaupun, kalau dilihat waktu tempuh, bisa jadi waktu tempuh Jakarta-Bandung beti sam Jakarta-Puncak.

Karena tempatnya mirip, otomatis kemungkinan pilihan acara juga akan mirip. Padahal, di CHR, pilihan aktifitasnya lebih banyak. Jadi tambah malas deh.

Akhirnya cuma bisa berdoa... mudah2an tahun depan bisa ngadain acara outing yang jauh lebih baik, ditunggu2 semua orang, dan diikuti dengan sukacita.

.


Senin, 21 November 2011

Keislaman Indonesia

Komaruddin Hidayat

Opini KOMPAS, Sabtu 5 November 2011

Sebuah penelitian sosial bertema " How Islamic are Islamic Countries" menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman 56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

Pengalaman UIN Jakarta

Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh. Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah.

Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.

Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, ulama besar Mesir, setelah berkunjung ke Eropa. ”Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalau orang Muslim banyak saya temukan di dunia Arab,” katanya.

Kalau saja yang dijadikan indikator penelitian untuk menimbang keberislaman masyarakat itu ditekankan pada aspek ritual-individual, saya yakin Indonesia akan menduduki peringkat pertama menggeser Selandia Baru. Jumlah yang pergi haji setiap tahun meningkat, selama Ramadhan masjid penuh dan pengajian semarak di mana-mana.

Tidak kurang dari 20 stasiun televisi di Indonesia setiap hari pasti menyiarkan dakwah agama. Terlebih lagi selama bulan Ramadhan, hotel pun diramaikan oleh tarawih bersama. Ditambah lagi yang namanya ormas dan parpol Islam yang terus bermunculan.

Namun, pertanyaan yang dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan sosial berdasarkan ajaran Al Quran dan hadis.

Contoh perilaku sosial di Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tak merata, persamaan hak bagi setiap warga untuk memperoleh pelayanan negara dan untuk berkembang, serta banyak aset sosial yang mubazir.

Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata lebih mudah ditemukan di masyarakat Muslim ketimbang negara-negara Barat. Kedua peneliti itu menyimpulkan: ...it is our belief that most self-declared and labeled Islamic countries are not conducting their affairs in accordance with Islamic teachings – at least when it comes to economic, financial, political, legal, social and governance policies.

Dari 56 negara anggota OKI, yang memperoleh nilai tertinggi adalah Malaysia (urutan ke-38), Kuwait (48), Uni Emirat Arab (66), Maroko (119), Arab Saudi (131), Indonesia (140), Pakistan(147), Yaman (198), dan terburuk adalah Somalia (206). Negara Barat yang dinilai mendekati nilai-nilai Islam adalah Kanada di urutan ke-7, Inggris (8), Australia (9), dan Amerika Serikat (25).

Sekali lagi, penelitian ini tentu menyisakan banyak pertanyaan serius yang perlu juga dijawab melalui penelitian sebanding. Jika masyarakat atau negara Muslim korup dan represif, apakah kesalahan ini lebih disebabkan oleh perilaku masyarakatnya ataukah pada sistem pemerintahannya? Atau akibat sistem dan kultur pendidikan Islam yang salah?

Namun, satu hal yang pasti, penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku sosial, ekonomi, dan politik negara-negara anggota OKI justru berjarak lebih jauh dari ajaran Islam dibandingkan negara-negara non-Muslim yang perilakunya lebih islami.

Semarak dakwah dan ritual

Hasil penelitian ini juga menyisakan pertanyaan besar dan mendasar: mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tak mampu mengubah perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru dipraktikkan di negara-negara sekuler?

Tampaknya keberagamaan kita lebih senang di level dan semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi menyepelekan kesalehan sosial. Kalau seorang Muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam --syahadat, shalat, puasa, zakat, haji-- dia sudah merasa sempurna.

Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah keislamannya. Pada hal misi Rasulullah itu datang untuk membangun peradaban yang memiliki tiga pilar utama: keilmuan, ketakwaan, dan akhlak mulia atau integritas. Hal yang terakhir inilah, menurut penelitian Rehman dan Askari, dunia Islam mengalami krisis.

Sekali lagi, kita boleh setuju atau menolak hasil penelitian ini dengan cara melakukan penelitian tandingan. Jadi, jika ada pertanyaan: How Islamic are Islamic Political Parties?, menarik juga dilakukan penelitian dengan terlebih dahulu membuat indikator atau standar berdasarkan Al Quran dan hadis. Lalu, diproyeksikan juga untuk menakar keberislaman perilaku partai-partai yang mengusung simbol dan semangat agama dalam perilaku sosialnya.

Komaruddin Hidayat Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Rabu, 07 September 2011

Mudik Lebaran 2011 - Lebaran Hari II

Selayar, August 31, 2011

Lebaran ke-2, pertama untuk yang lebaran hari Rabu. Agenda utama hari ini, sunatan Ghufron.Ghufron itu anak kakak yang ke-3. Yang pertama Ayi (Ali), ke-2 Akbar (alm.), Ghufron (Uppom, Gupot), terus Memey, dan si bungsu Afif (Pippo). Ghufron sudah kelas 6 SD, waktu yang tepat. Kebetulan, 2 sepupunya yang lain juga mau disunat, jadi sekalian. Cuma, berhubung mereka harus pulang ke Balikpapan lebih cepat, Ghufron disunat tanggal 31 Agustus sementara sepupunya yang lain nanti hari Sabtu, 3 Sep 2011. Nanti tinggal ikut resepsi aja. Halah, sunatan pake resepsi segala. Anak jaman sekarang memang beda.

Sisa hari, dipakai untuk mengunjungi saudara-saudara dan tetangga-ttangga yang belum sempat dikunjungi kemarin.




Mudik Lebaran 2011 - Lebaran Hari I

Selayar, August 30, 2011

Di Selayar, kebanyakan lebaran hari Selasa, 30 Agusuts 2011. Logis, karena Muhammadiyah cukup berpengaruh, termasuk keluarga besar. Dari Kakek Rumma ternyata telah terdaftar sebagai anggota Muhammadiyah.
Tapi, personally untuk saya sendiri, bukan karena Muhammadiyah jadi ikutan lebaran hari Selasa, instead of keputusan pemerintah untuk lebaran hari Rabu. Sebelum mudik lebaran, sudah ngecek dulu kalau ternyata, from astronomical definition, new moon terbentuk pada tanggal 29 Agustus 2011 jam 03:04 UTC. It means, by the sunset di WITA, sekitar 10:00 UTC, usia bulan sudah sekitar 7 jam, hampir 1/3 hari, sekitar 5 degrees dari permulaan orbit bulan baru. Tentu saja posisi diatas horizon berbeda, lebih rendah. [Still working on finding the mathematical relation]. Tapi, from what I believe, the hilal should be visible from somewhere nearby. Entah siapa yang benar, tapi yang terjadi seperti ini:
http://www.detiknews.com/read/2011/08/29/201142/1713346/10/hilal-terlihat-di-cakung-dan-jepara-mui-itu-harus-ditolak

Lebarannya sendiri cukup rame, lapangan Pemuda Benteng (kalau di Jawa setara dengan alun-alun) hampir penuh.

Akhirul kalam, hari apapun lebarannya, apapun alasannya, kita hanya orang-orang bodoh dihadapan ilmu Allah yang luas dan tinggi. Jadi, mohon maaf lahir dan bathin, taqabbalallahu minna waminkum.

Mudik Lebaran 2011 - Day 3-4

Selayar, August 28-29, 2011

Hari Minggu, aroma lebaran mulai terasa. Selongsong-selongsong ketupat berseliweran. Termasuk di rumah, daun pandan sudah dipotong dari pohonnya dan dianyam sendiri. Hari Seninnya apa lagi. Hebohhhh. Pagi-pagi dah berseliweran bawa-bawa daging segar. Asap mulai mengepul dari segenap penjuru dan aroma bumbu memenuhi angkasa. Bikin konsentrasi puasa makin buyar aja :D.

Topik hangat lain, kemungkinan perbedaan 1 Syawal, again!

Salah satu diskusi yang cukup rame dan sempat ikut berkomentar disini:
http://sosbud.kompasiana.com/2011/08/30/bagaimana-lapan-mui-dan-menteri-agama-ri-mempertanggungjawabkan-pendapatnya-pada-umat-islam-di-dunia-dan-terutama-kepada-allah-swt/